Selamat datang di BasicLife

Kesalahan-Kesalahan di Bulan Suci Ramadhan

Sabtu, September 11, 20100 comments

1. Melafadzkan Niat "Nawaitu Shouma Ghodin"
Lafadz niat seperti ini tidak pernah ada tuntunannya dari Nabi Muhammad SAW dan juga tidak pernah diajarkan oleh para sahabat. An Nawawi rahimahullah (ulama besar dalam Madzhab Syafi'i) mengatakan,
"Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan diantara para ulama"(Rowdhotuth Tholibin, I/268).


2. Tidak Mau Mengembalikan Keputusan Penetapan 1 Syawal Kepada Pemerintah
Al Lajnah Ad Da'imah, komisi Fatwa di Saudi Arabia mengatakan "Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat (tentang penetapan 1 Syawal), maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yg ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya"(Fatawa Al Lajnah Ad Da'imah, no. 388).


3. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan
Tidaklah tepat ada yg meyakini bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua/kerabat (yg dikenal dengan "nyadran"). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika ziarah kubur dikhususkan pada waktu tertentu dan diyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar, ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yg menuntunkan hal ini.


4. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan
Tidaklah tepat amalan sebagian orang yg menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Rasul kita Muhammad SAW. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yg dikenal dengan "padusan") ada juga yg melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yg besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yg bisa mendatangkan murka Allah?!

5. Menetapkan Awal Ramadhan Dengan Hisab
Ibnu Bazizah mengatakan,
"Madzhab ini (yg menetapkan awal Ramadhan dengan hisab adalah madzhab bathil dan syari'at ini telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yg pasti (qoth'i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal Ramadhan) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yg menguasai ilmu hisab ini kecuali sedikit sekali"(Fathul Baari, 6/156).


6. Mendahului Ramadhan Dengan Berpuasa 1 Atau 2 Hari Sebelumnya
Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
"Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa 1 atau 2 hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yg terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah"(HR. Tirmidzi).

Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yg meragukan. Dan Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Barangsiapa berpuasa pada hari yg diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah Muhammad SAW)."(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).


7. Dzikir Jama'ah Dengan Dikomandoi, Dalam Shalat Tarawih & Shalat 5 Waktu


8. Takbiran Malam Idul Fithri
Yg sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah takbiran dilakukan ketika keluar dari rumah menuju lapangan shalat 'Ied. Apabila shalat dilaksanakan, takbir dihentikan (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah. Lihat Al Qoulul Mubin fii Akhto'il Mushollin, 406). Ada pula yg menganjurkan menghidupkan malam Idul Fithri berdasarkan hadits :
"Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fithri dan Idul Adha, hatinya tidak akan mati di saat hati hati manusia mati."
Namun hadits ini adalah hadits yg palsu (maudhu') (Lihat Al Qoulul Mubin fii Akhto'il Mushollin, 409).


9. "Ash Sholaatul Jaami'ah" Untuk Menyeru Jama'ah Dalam Shalat Tarawih
Ulama-ulama hanabilah berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama'ah dengan ucapan "Ash Sholaatul Jaami'ah". Menurut mereka, ini termasuk perkara yg diada-adakan (baca : bid'ah). (Lihat Al Mawsu'ah Al Fiqhiyyah, 2/9634).


10. Bubar Terlebih Dahulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam
Nabi Muhammad SAW bersabda,
Share this article :
 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. BasicLife - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger