Selamat datang di BasicLife

Asal Muasal Tradisi Ruwatan

Selasa, September 21, 20100 comments

Jika dalam postingan kemarin saya menjelaskan tentang apa itu ruwatan. Kali ini saya akan lebih menspesifikan pembahasan tentang asalmula masyarakat Jawa memperoleh tradisi ruwatan. Nah, tentu saja ada asap pasti ada api(hahahah :D), jadi sesuatu itu muncul pasti ada penyebabnya.

       Begini, awal cerita berasal dari cerita pewayangan Murwakala. Apakah itu?Sebenarnya saya juga tidak begitu tahu tentang pewayangan, maklumlah anak muda. Namun saya mempunyai beberapa sumber mengenai kisah pewayangan tentang ruwatan ini.

       Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di Jawa ( Jawa Tengah) awalnya diperkirakan berkembang di dalam cerita Jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwatberarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala.

Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa,maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut.Menurut ceritanya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya Bathara Kala. Tokoh ini adalah anak Bathara Guru (dalam cerita wayang Bathara Guru adalah sosok dewa yang mengetuai semua Dewa, dalam cerita pewayangan Bethara Guru memiliki sifat baik. Bethara Guru mempunyai istri yang bernama Bethari Durga, dewi yang paling
mengerikandarisemuadewa yang ada, bahkanBethara Guru pun seganterhadapnya.) yanglahirkarenanafsu yang tidakbisadikendalikannyaatasdiriDewi Uma, yang kemudianspermanyajatuhketengahlaut, akhirnyamenjelmamenjadiraksasa, yang dalamtradisipewayangandisebut "Kama salahkendanggumulung ". Ketikaraksasainimenghadapayahnya (Bathara guru) untukmemintamakan, olehBathara guru diberitahukan agar memakanmanusia yang berdosaatausukerta.Atasdasarinilah yang kemudiandicarikansolosi ,agartaktermakan Sang Bathara Kala inidiperlukan ritual ruwatan.Sukerta yang dimaksudadalahsosokmanusia yang terdapatkesialankarenasebab-sebabtertentu yang menjadikannyasebagaimangsadariBethara Kala.SukertasebagaicalonkorbandariBethara Kala inimendapatkanjalankeluardarimasalah yang mengancamjiwanyadenganmendapatkandewapenolongyaituDewaWisnusebagaiDewaPangreksa (DewaPemelihara).DewaWisnumengembantugasdariBethara Guru untukmengajarkankepadamanusiatentang mantra-mantra, doatolakbala’ danmengajarkanRuwat MalauntukmenghilangkankesialanpadaparaSukerta. Atasdasarinilah, agar taktermakan Sang Bethara Kala inidiperlukan ritual Ruwatan.

JenismanusiayangdisukaiBathara Kala dandikhawatirkanmengalamisukertayaitu:
AnaktunggalataudalamBasaJawadisebutontang-anting
Kembangsepasang, yaituanakyanglahirkembarbaiklaki-lakimaupunperempuan
Sendhangapitpancuran,yanglahirlaki-laki, perempuanlalulaki-lakilagi
Uger-ugerlawangyaituanakdualaki-lakisemua.
Pandhawa Lima atauanak 5 semuanyalaki-laki

Manusia-manusiayangsepertiitulahyangharusdiruwatmenurutadatJawa.

Kata Murwakala/ purwakalaberasaldari kata purwa (asalmuasalmanusia) ,dan padalakonini, yang menjadititikpandangnyaadalahkesadaran : atasketidaksempurnanyadirimanusia, yang selaluterlibatdalamkesalahansertabisaberdampaktimbulnyabencana(salahkedaden).

UntukpagelaranwayangkulitdenganlakonMurwakalabiasanyadiperlukanperlengkapan:

Alatmusikjawa (Gamelan)
Wayangkulitsatukotak (komplit)
Kelirataulayarkain
Blencongataulampudariminyak

Selainperalatantersebutdiatasmasihdiperlukansesajian yang berupa:
Tuwuhan, yang terdiridaripisang raja setudun, yang sudahmatangdanbaik, yang ditebangdenganbatangnyadisertaicengkirgading (kelapamuda), pohontebudengandaunnya, daunberingin, daunelo, daundadapserep, daunapa-apa, daunalang-alang, daunmeja, daunkara, dandaunkluwih yang semuanyaitudiikatberdiripadatiangpintudepansekaligusjugaberfungsisebagaihiasan/pajangandanpermohonan. Duakembangmayang yang telahdihiasdiletakkandibelakangkelir (layar) kanankiri, bungasetamandalambokor di tempat di mukadalang, yang akandigunakanuntukmemandikanBathara Kala, orang yang diruwatdan lain-lainya.
Api (batuarang) di dalamanglo, kipasbesertakemenyan (ratuswangi) yang akandipergunakanKyaiDalangselamapertunjukan.
Kainmoriputihkuranglebihpanjangnya 3 meter, direntangkandibawahdebog (batangpisang) panggungandarimukalayar (kelir) sampai di belakanglayardanditaburibungamawardimukakelirsebagai alas duduk Ki Dalang, sedangkan di belakanglayarsebagaitempatduduk orang yang diruwatdenganmemakaiselimutkainmoriputih.
Gawangankelirbagianatas (kayubambu yang merentangdiataslayar) dihiasdengankain batik yang baru 5 (lima) buah, diantaranyakainsindur, kainbangotulakdandilengkapidenganpadisegedeng (4 ikatpadasebelahmenyebelah).
Bermacam-macamnasiantara lain :

a. Nasigolongdenganperlengkapannya, goreng-gorengan, pindangkluwih, pecelayam, sayurmenir, dsb.

b. Nasiwudukdilengkapidengan; ikanlembaran, lalaban, mentimun, cabebesarmerahdanhijaubrambang, kedelehitam.

c. Nasikuningdenganperlengkapan; telurayam yang didadartigabiji. Srundengasmaradana.
Bermacam-macamjenang (bubur)yaitu: jenangmerah, putih, jenangkaleh, jenangbaro-baro (anekabubur).
Jajanpasar(buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja, jambu, salak, sirih yang diberiuang, gulajawa, kelapa, makanankecilberupablingo yang diberiwarnamerah, kemenyanbunga, air yang ditempatkanpadacupu, jarumdanbenanghitam-putih, kacakecil, kendi yang berisi air, empluk (periuk yang berisikacanghijau, kedele, kluwak, kemiri, ikanasin, telurayamdanuangsatusen).
Benanglawe, minyakkelapayang dipergunakanuntuklampublencong, sebabwalaupunsiangtetapmemakailampublencong.
Yang berupahewansepertiburungdarasatupasangayamjawasepasang, bebeksepasang.
Yang berupasajenantaralain :rujakditempatkanpadabumbung, rujakedan (rujakdaripisangklutukangdicampurdengan air tanpagaram), bambugadinglinmaros. Kesemuanyaitudiletakanditampah yang berisinasitumpeng, denganlaukpauknyasepertikulubanpanggangtelurayam yang direbus, sambelgepeng, ikansungai/lautdimasakanpagaramdanditempatkan di belakanglayartepatpadamukaKyaiDalang.
Sajenbuanganyang ditunjukkankepadadhayang yang berupatakirbesarataukroso yang berisinasitumpengkecildenganlauk-pauk, jajanpasar (berupabuah-buahanmentahsertauangsatusen. ). Sajenitudibuang di tempatangkerdisertaidoa (puji/mantra) mohonkeselematan.
Sumuratausendangdiambilairnyadandimasukikelapa. Kamarmandi yang untukmandi orang yang diruwatdimasukikelapautuh.

Selesaiupacarangruwat, bambugading yang berjumlah lima rosditanampadakempatujungrumahdisertaiempluk (tempayankecil) yang berisikacanghijau , kedelaihitam, ikanasin, kluwak, kemiri, telurayamdanuangdengandiiringidoamohonkeselamatandankesejahteraanserta agar tercapaiapa yang dicitacitakan.



Pengaruhkepercayaan yang begitukuatterhadaphal-halmistisdanceritamitostentangdewa-dewadinegerikhayangan yang tumbuhdidalammasyarakatJawamelahirkanberagamteori yang diyakinisecaraturuntemurunmenjadisalahsatukepercayaanwarisan.Setiapgenerasiakanselalumenurunkankepercayaan-kepercayaanitukegenerasiberikutnya.

Merekaseringmenghubungkansuatukejadiandengankejadian yang lain yang dianggapsebagaidampaksuatufenomena. Kejadiandiawalidengankesalahandankesalahan yang murnidilakukanolehmanusiainimenjadikanmanusiaakantertimpadampaknyasuatusaatnanti, capatataulambat.

ItulahtaditradisipertunjukanwayangkulitMurwakalauntukruwatan.Kepercayaan orang Jawaakankisahparaleluhurnyamasihsangatkentaldansusahuntukdihilangkan, termasuktradisiupacarangruwat. Namundisitulahletakkeunikan orang Jawayangmembedakanmerekadengansuku-sukulain di Indonesia.
Share this article :
 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. BasicLife - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger